Sebelumnya di  (Lady in the Red)

***

Hari ini keinginan Andrian untuk bertemu dengan Dara tak terbendung lagi, selepas dari kantornya ia langsung menuju ke rumah Dara.

“Andrian ?”

Darapun terkejut melihat sebuah mobil yang Nampak tak asing lagi buatnya, rona wajah berseri langsung merekah pada wajah Dara.

Hai, Dara apa kabar, boleh saya masuk ? oh ya tapi maaf ya agak berantakan, lagi pula kamu gak bilang kalau mau kesini !

“Silahkan duduk”, sambung Dara.

Kamu dari mana Andrian ? ehm, dari kantor. Oh ya mana Rara aku bawa kesukaannya nih ! Andrian menyodorkan 2 buah gulali pada Dara dengan senyum termanis yang ia bisa tampilkan pada wajahnya yang menyiratkan “Hari ini aku bahagia bertemu kamu Dara”

Obrolan panjang pun tak terasa, mereka saling bercerita berbagi kisah. Menceritakan hal-hal lucu dari keduanya, hingga mereka saling tertawa. Sesekali merekapun terdiam kehabisan bahan obrolan.

“Dara, apa kamu sudah punya seseorang yang spesal dihatimu ?” Andrian memberanikan diri bertanya pada Dara. Pertanyaan yang sangat ingin sekali iya ketahui jawabannya.

“Damaikanlah hatiku dengan ketentuan-Mu” dalam hati Dara pun berdo’a

“Sudah … !”

lirih penuh malu tapi mantap iya menjawab pertanyaan Andrian. Namun mendengar jawaban Dara terlukis dengan jelas raut kecewa dari wajah Andrian.

“Kenapa aku ini ?” kembali ia terdiam,

“sebaiknya aku berterusterang pada Dara”. “Bagaimana denganmu Andrian ?” ia pun agak terkejut mendangar sapa Dara dalam lamunannya.

Ehm, sebetulnya dalam beberapa minggu ini aku akan bertunangan dengan Nadia. Andrian pun menceritakan sosok Nadia dan rencana mereka pada Dara.

“Bagus kalau begitu” ujar Dara dengan penuh senyum meski semua harapan yang mulai bersemi dalam hatinya pun pupus. Tidak sedikitpun raut kecewa terlukis pada wajah manisnya, Dara memang periang.

Pertemuan ini ia akhiri dengan mengundang dara untuk hadir dalam acara Pernikahannya nanti.

***

Kembali ia terjaga dalam lelapnya malam.

“Nadia, Dara, Nadia, Dara, …… “ Waktu itu, sepotong episode masalalu kembali hadir dalam benak Andrian. Tentang sosok gadis manis yang periang, tentang pelangi dalam sepotong gulali. Tak kuasa ia menyingkap bayang-bayang wajah Dara yang mulai hadir dalam hari-harinya, “Nadia”, tak lama ia pun teringat pada seorang gadis yang telah menjadi labuhan hatinya.

Pergolakan hebat dalam hatinya, terlintaslah pikiran bodoh

“….. atau dibatalkan saja pertunangan ini ?” Andrian benar-benar berada dalam sebuah kebimbangan.

“Tapi, apa alasanku untuk membatalkan pertunangan dengan Nadia, seingatku tidak ada yang salah dengannya lantas kenapa aku harus membatalkan pertunangan ini hanya karena Dara?”

Mulai muncul pertanyaan dalam diri Andrian silih berganti tak henti-hentinya berusaha ia meyakinkan dirinya pada komitmen yang telah ia buat pada Nadia. Sejenak ia terdiam memejamkan matanya yang mulai tampak lelah.

“Mungkin inikah ujian buatku, buat Nadia, dan juga buat Dara ?” dan Andrianpun terlelap dalam lelapnya malam.

***

Hadirnya tanpa ku sadari,

Hadir cinta Insan pada ku ini

Selama ini baru ketemui,

Dialah permata yang kucari.

~TAMAT~

Iklan

46 responses »

  1. Masya berkata:

    memng akhir yang sanagt tidak terduga. 😀

  2. Dyah Sujiati berkata:

    Ahahay tamat juga yah 😛

  3. ayanapunya berkata:

    wah, ternyata begini endingnya 😀

  4. ~Ra berkata:

    😀

    Kirim ke penerbit…

    😆

  5. pitaloka89 berkata:

    Endingnya baguslah, cumu penulisan pas terjadi obrolannya itu yg agak buat bingung, yang mana pas Dara, yg mana pas Andrian…

    Good good…

  6. Dinar Zul Akbar berkata:

    hmm,, mas mas apaan nih?? bingung saiia

  7. yisha berkata:

    masa tamat? ngga setujuuuuuuuuuuuu……….. 👿

  8. Mita Alakadarnya berkata:

    ini cerita seri kah???

  9. utie89 berkata:

    harry, harry,
    sebelumnya di pitaloka aja ya, miranya ngga udah ditulis 🙂

    terus, yang dibilang mira bener tuh, sulit membedakan percakapan dara dan andrian, dikasih enter aja. ada percakapan-percakapan yang bikin bingung sih. harusnya dibenerin.. 😕

    aku belom nangkep maksudnya nih, seseorang spesial buat dara itu emangnya siapa??

  10. utie89 berkata:

    oh iya, ada lagi, tolong cantumin -baca ketentuan- trus di link ke rulenya yaa..
    maacih.

    btw, season berikutnya ikutan lagi yaa… *kedipkedip*

  11. aidarabbani berkata:

    pernah juga baca cerita bersambung yang tiap episod beda penulis…waktu itu ga nyadar beda gaya tulisan mereka…:) cuma.. kalau yang ini beda yak?

  12. ryan berkata:

    akhirnya nemu juga final cerita ini. setelah bolak balik ke blog yang lain…
    endingnya gak diduga. tapi suka yang seperti ini.

  13. Rifai Prairie berkata:

    cara mengakhiri cerita ini masih kurang greget Bang!. kalau pun mau menggantungkan endingnya itu juga nggak ngena. hmmm.. tapi overall gue suka! sip! 🙂

  14. […] Part terakhir yang juga merupakan bagian tersulit disajikan Harry dengan kacau. Hehe..maaf ya Ry . Entah apakah karena tema blognya atau memang cara dia menulis yang membuat format tulisannya acak-acakan. Sedikit masukan ya Ry, untuk percakapan, sebaiknya setiap orang yang berbicara itu dikasih “enter”, jangan disambung terus. J […]

Cuap-cuap

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s