Curcol dikit ya, baru tau ada lomba nulis lagi rupanya. Sekarang udah mepet gini waktunya, tak apa kata pepatah “lebih baik mepet dari pada dipepet” eh salah ya ahahah ….! ya sudah lah tak begitu penting juga.

Mungkin ada yang bertanya, (jika tidak ada ? ya anggap saja ada !)
Apa maksudnya Resep membaca 3 x 1 kayak minum obat aja !, embeeerr ! cerita dikit yah baru kita ke resepnya ok ! 🙂

Saya memang terlahir dari sebuah keluarga sederhana yang mencoba hidup sederhana dengan segala kesederhanan dengan teori-teori sederhana untuk melanjutkan perjalan hidup dengan begitu sederhana. Semasa sekolah mulai dari SD, SMP, SMA, sampai sekarang kuliah di semester 6 ini orang tua saya termasuk agak pelit dalam urusan buku tahu kenapa ? apa deh ?, karena teori-teori beliau tentang ilmu masih (maaf-maaf ya) rada “primitif” maksudnya apa ? maksudnya “primitif” disini adalah mereka berpandangan bahwa teori-teori yang ada sekarang tidaklah berbeda dengan yang ada semasa mereka bersekolah. Kita ambil saja contoh mudah dalam kehidupan nyata yang gak bakal berubah dengan syarat kita masih di bumi, contoh teori grafitasi setiap benda yang dilempar “pasti akan jatuh kebawah juga” dari jaman Nabi Adam sampai Adam Jordan (udah pensiun dari Basket) juga gak berubah kan ?.-_-”

Ok, beberapa teori mungkin tidak berubah atau statis bahkan mutlak karena para ilmuan telah sepakat tentang hal itu. Tapi coba bagai mana dengan teori-teori ilmu sosial yang memiliki sifat selalu mengikuti perkembangan zaman atau diamis ? tentunya kita gak mungkin membaca buku terbitan tahun 70-an kan ? (gak kebayang tuh buku, pasti sudah jadi kitab kuning). Jadi alhasil buku-buku pelajaran yang saya pegang sebagian besar adalah harta warisan, harta warisan dari saudara yang telah lebih dahulu mengenyam pendidikan setelah saya. Untuk materi memang tidak berubah selama kurikulum yang digunakan sama jadi tidak begitu jadi masalah untuk saya.

Begitulah alasan sederhana mereka tetang “buku”, teringat pertama kalinya saya membeli buku bacaan diluar buku pelajaran saat kelas 2 SMA atau sekarang kelas 11. Judul buku yang saya beli hasil dari menabung yang bertepatan dengan IBF (Islamic Book Fair) yaitu “Agar Hati Sebening Embun” adalah buku yang benar2 menggugah hati tapi sayang buku itu telah hanyut terbawa arus banjir, singkat cerita buku itu dipinjam oleh seorang kawan saking lamanya meminjam sampai-sampai saat banjir dia tidak ingat untuk menyeamtkan buku saya itu. (T.T)

intensitas membaca saya memang tidak segiat teman-teman lainnya yang begitu haus akan bacaan, tapi meski demikian saya sering mendapat hadiah atau sekedar kenang-kenangan berupa buku, seperti saat hari ulang tahun sahabat-sahabat terbaik saya patungan untuk membeli sebuah buku untukku yang berjudul “Kado Terindah Untuk Orang Berdosa”, waduh rada tersindir juga rupanya diriku saat itu. Tapi ternyata isinya lumayan bagus, kemudian saat perpisahan kelas VI ditempat saya mengajar ada murid yang “special” menghadiahi saya sebuah buku yang berjudul “Menjadi Guru Bintang” mungkin dia mau saya jadi seperti apa yang ada di buku itu menjadi seorang pendidik bukan hanya guru! (terimakasih ya). Kemudian juga mendapat buku yang amat menginspirasi dan banyak memberi manfaat serta ilmu yang berjudul “Keajaiban Belajar” dari seorang yang luarbiasa buat saya (terimakasih banyak atas semuanya).

Semua itu rupanya mendorong saya mulai agak giat membaca, dan terbesit ide untuk mulai membaca dengan mengaplikasikan resep dokter. Ya dokter, saat kita berobat kita diberi bermacam warna dan bentuk obat dengan sepidol bertuliskan “3 x 1” yang jika tidak salah itu artinya “obat diminum sebanyak 3 butir masing-masing 1 kali dalam sehari”. Maka saya sedikit rubah memjadi “Membaca sebanyak 3 buku/koran/blog (media baca) masing-masing 1 judul dalam sehari”. Bahkan saya mulai menyetk buku bacaan yang saya borong dari IBF beberapa bulan lalu tentu saja dengan protes dari sang ortu tercinta, tapi mereka tidak banyak berkata lantaran dibeli dengan merogoh kocek sendiri hasil menabung.

Bagaimana dengan yang gak punya “hepeng” buat beli buku atau buka internet atau langganan koran serta majalah? gapang, di kantor pasti ada koran toh ya di baca saja malahan saya sering membawa pulang koran di kantor ehehehhe ….!, buku bisa pinjam sukur-sukur orangnya lupa *plaaak Jangan di tiru yah!, pokonya banyak deh cari berjuta-juta alasan untuk terus memabaca. Selain dari manfaat membaca yang saya rasa pasti sudah lebih pinter dari saya jadi, tidak saya sebutkan. Membaca juga membuat saya pribadi menjadi mulai berani menulis yang awalnya banyak keraguan, ketidak PD-an, minder dan sebagainya yang membuat kita jadi merasa malu untuk menulis karena tulisan kita yang tidak berkuliatas.

Membaca juga merupakan obat loh ! obat buat kita agar terus menambah ilmu dan wawasan jadi harus dilaksanakan resep ini secara berkesinambngan karena perkembangan ilmu yang tidak dapat dihentikan kecuali waktu yang berhenti berputar dan untuk umat islam cuma satu bacaan yang gak bakal berubah yaitu “Al Quran” sebagai mukzizat bahkan, ayat yang turun sebagai printah pertama dalam kitab ini adalah “iqra=baca”, nah …loh ..!
Jadi secara teori gak ada alasan kita untuk malas membaca bahkan kita dianjurkan untuk membaca kitab ini SETIAP HARI !.

Jangan Lupa Resepnya 3 x 1 sehari !

 

saya mencoba nekat untuk menyertakan buah dari pemikiranku untuk ikut lomba
Iklan

About Jauharry

Mau tau tentang saya ? Kirim Pm aja :)

7 responses »

  1. cawah berkata:

    hahah,,bukunya hanyut trbawa arus banjir ya

  2. j4uharry said: “primitif” maksudnya apa ? maksudnya “primitif” disini adalah mereka berpandangan bahwa teori-teori yang ada sekarang tidaklah berbeda dengan yang ada semasa mereka bersekolah.

    biasanya mereka menjadikan pengalaman adalah buku yg berharga ;-D

  3. mmm,,, kalau saya biasanya, ngasih kadi pernikahan ke teman itu adlah buku ;-)doyan atau tidak doyan membaca org yg saya kasih,hihihihihihi

  4. j4uharry berkata:

    cawah said: hahah,,bukunya hanyut trbawa arus banjir ya

    hiks …hiks … !betul hanyut lah tuh buku

  5. j4uharry berkata:

    myelectricaldiary said: biasanya mereka menjadikan pengalaman adalah buku yg berharga ;-D

    betul juga si, tapi kan gak harus gitu juga !

  6. Terimakasih atas partisipasinya.TTDMr.Moz

  7. j4uharry berkata:

    mozaikpublishouse said: Terimakasih atas partisipasinya.TTDMr.Moz

    sama-sama !

Cuap-cuap

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s