Paling tidak itu yang tergambar membaur dengan kecerian meraka. Beberapa hari setelah Ujian Nasioal tak terlihat aktifitas dari kelas 6, itu karena memang meraka sudah tidak adalagi kegiatan belajar mengajar (KBM) kalaupun sesekali mereka terlihat berkumpul hanya untuk sosialisasi acara perpisahan yang InsyaAllah akan kami adakan besok, Senin 28 Mei 2012 di kota hujan (baca Bogor).

Berpisah bukan berarti diwarnai dengan kesedihan !

Teringat saat perpisahan dulu (masih kelas 6 SD) saya juga merasa tidak ada airmata yang bercucuran lantaran akan berpisah dengan guru-guru juga beberapa teman-teman. Tapi dilain hal saya merasa ada yang salah, raut kegembiraanlah yang menghiasi wajah mereka. Mungkin (hanya pendapat) mereka berpikir sekolah bak penjara yang di dalamnya terdapat hukuman buat yang gak buat PR, di dalamnya adalah tempat yang membosankan lantaran materi pelajaran atau guru yang cuma bisa ngomel2 aja, begitu membosankan keadaan kelas *ampuuun

Apa itu indikasi gagalnya pendidikan di Negri ini ?, jawabnay bisa ya.
Mereka bahagia karena akan lulus dari sekolah ini. Dengan berharap mendapat “nilai” yang memuaskan tidak perduli lagi nilai itu hasil dari kejujuran atau sebuah kedustaan akan ketakutan bayang-bayang cap anak “bodoh”. Anak bodoh akan tersemat pada mereka yang gagal, gagal disini yaitu tidak lulus atau mendapat nilai yang tidak memenuhi standar kelulusan, lagi-lagi nilai dalam bentuk angka sebagai acuannya.

Dari kelaslah mereka belajar mencontek, saya akui di sekolah ini yang berlatarbelakang sekolah islam. Tetap saja sama dengan sekolah lainnya praktek-praktek mencontek berlangsung, entah siapa yang mengajarkan hal itu. Seingat saya saat SD tidak ada guru yang mengajarkan untuk mencontek ! Tapi kenapa mereka begitu kreatif dalam mencontek ?

Lagi-lagi metode/kurikulum pendidikan kita yang rasanya keliru semua berdasarkan angka, angka menjadi tolok ukur kepintaran mereka angka yang menentukan lulus tidaknya seorang anak dari jenjang pendidikan mereka.

Tidak ada salahnya juga merayakan itu sebagai kebahagiaan karena selama 6 tahun belajar dan akhirnya mereka berhasil untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi. Saya coba berpikir positif itu hasil jerih payah mereka selama ini. Dan mereka tinggal menunggu hasil Ujian Nasional mereka, semoga kalian mendapatkan apa yang diharapkan. Aamiin.

Iklan

About Jauharry

Mau tau tentang saya ? Kirim Pm aja :)

2 responses »

  1. acydoank berkata:

    Jadi teringat kelulusan anak sma kmaren dskolah ku…. Pada sumringah karena akhrny selesai dari aturan aturan yang ada… Pas perpisahan pada bilang tengkyu my teacher…jujur sebagai guru inginya mereka tak lulus saja…..

  2. j4uharry berkata:

    acydoank said: Jadi teringat kelulusan anak sma kmaren dskolah ku…. Pada sumringah karena akhrny selesai dari aturan aturan yang ada… Pas perpisahan pada bilang tengkyu my teacher…jujur sebagai guru inginya mereka tak lulus saja…..

    wah … ternyata, sistem pendidikan kita yang menghasilkan manusia karbitan

Cuap-cuap

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s