Hujan gerimis masih menemani,

Tiada dapat ku pulang ………..

jadi teringat lirik dari sebuah nasyid lawas kalau gak salah namaya “ rast-hujan gerimis”

Jum’at itu kembali harus berlembur (pulang telat) lantaran kerjaan yang memang tidak bisa ditunda sudah deadline dari Sukudinas Pendidikan yang mengharuskan pekerjaan dilakukan secara OnLine, seru juga si kerja sambil OnLine begini bisa sambil NgeMP.

Jum’at itu juga ditemani rintikan hujan yang lumayan meredam udara panas, waktu sudah mengharuskan bersiap berangkat menyahut panggilan setiap kaum Adam, tak peduli aktifitas yang dilakukannya. Ternyata di Parkiran Si-Menor sedang asik berduaan dengan kawannya yang serupa tapi tak sama pemiliknya.

Sejenak terpikir, bagaimana jika diri ini ada dua?, seperti si-menor (sahabat kuda roda dua) dan teman parkirnya itu, bagaimana jika yang satu melakukan ini dan yang satu melakukan itu ? Pasti pekerjaan cepat selesai, pasti seru juga nih. Bisa menjalankan amanah ini dan itu dengan waktu yang bersamaan, bukankan itu lebih efektif ?

“waktu terlalu sedikit ketimbang amanah yang ada” tiap manusia yang hidup di bumi ini memiliki waktu yang sama 24 jam sehari. Hanya berbeda bagaimana ia mengisi waktunya, dengan banyak lamunan, banyak kesiaan, atau berlomba dalam kebaikan.

Waktupun pun memiliki karakteristik seperti yang dituliskan oleh,Dr. Yusuf Al-Qardhawi. Karakteristik dari waktu adalah “cepat berlalunya” waktu laksana awan, ia berlari laksana angin baik disaat senang ataupun susah. Jika ada ungkapan hari gembira itu berlalu begitu cepat dan hari-hari sedih terasa begitu lama, itu hanyalah perasaan seseorang saja bukan keadaan yang sebenarnya. “waktu yang berlalu tidak akan pernah kembali lagi” seperti Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya. Yang alah satu pertanyaannya adalah “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”.
Murid -muridnya menjawab : “negara Cina, bulan, matahari dan
bintang-bintang”.
Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahawa semua jawaban yang mereka berikan itu
adalah BENAR.
Tapi yang paling benar adalah MASA LALU. Walau bagaimanapun caranya kita takkan mampu kembali ke masa lalu. Dan terakhir “waktu adalah yang termahal”, Hasan Al Banna Berkata, waktu adalah kehidupan. Sedangkan kaum materilisme akan berkata, waktu adalah uang.

Sekali lagi, waktu adalah hal yang paling cepat berlalu, Jauh, dan mahal. Bijaklah dengan waktu yang kita miliki.

Iklan

About Jauharry

Mau tau tentang saya ? Kirim Pm aja :)

Cuap-cuap

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s