Sebagai kaidah umum, ada empat kecenderungan orang untuk menangkap dan mengolah informasi yang diperoleh dalam komunikasi. Mengenalinya, lalu memberi umpan balik yang tepat akan membuat kita bisa menghadirkan harmoni yang indah dalam berkomunikasi dengan mereka. Untuk memudahkan mengingat, ke-empat hal itu adalah : lihat, dengar, pikir, dan rasa.

Pertama; orang visual.

Orang ini cenderung bicara dengan cepat, memiliki nada suara yang lebih tinggi, tak terlalu terganggu dengan suara lain, dan akan sangat perhatian serta merespon kata-kata semacam “lihat” atau “pandang”. Kita akan terdengar lebih memperhatikan mereka dan terasa merdu jika bicara dengan kalimat semacam “saya bisa melihat maksudmu!” atau “kamu tampak lelah, tapi tetap terlihat cantik!”

Kedua; orang audiotorial.

Biasanya suara orang audiotorial lebih bernada, agak mirip peyiar radio, dan penuh intonasi di sana sini . mereka suka bicara di telpon, menggemari musik, dan gampang terganggu oleh derau atau suara lain. Kita bisa terhubung dengan mudah pada mereka jika memilih kalimat seimpama “aku mendengar apa yang kau katakan”, atau “itu kedengarannya bagus!”, dan juga “gagasan yang merdu!”.

Ketiga: orang auditorial-digital.

Orang semacam ini, suka bicara dengan dirinya sendiri. Sesuatu harus logis dan masuk akal agar bisa dimengerti oleh mereka. Mereka berfikir secara runtun dan menyukai proses bertahap. Kita sebsiknya bicara dengan mereka dalam kalimat sejenis “saya fikir anda sangan masuk akal!” atau “saya mengerti apa yang anda fikirkan!”.

Keempat; orang kinestetik.

Orang kinestetik adalah mereka yang “merasakan” kehidupa dengan mempercayai perasaan naluriahnya. Biasanya mereka bicara dengan pengucapan yang hati-hati serta lebih lambat. Kalimat-kalimat mereka seringnya panjang dan kompleks, kadang disertai gerak anggota badan yang tak terlalu sesuai untuk mengilustrasikan. Mereka memerlukan gerak itu untuk menguatkan pemahaman. Dalam membangun harmoni dengan mereka, kita bisa menggunakan kalimat seperti “aku bisa merasakan bahwa kau sedang merasa baik”, atau juga “perasaanmu sedang bergejolak. Aku bisa menangkapnya”.

~<Dalam dekapan ukhuwah>~

Iklan

About Jauharry

Mau tau tentang saya ? Kirim Pm aja :)

Cuap-cuap

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s