Hari ini rutinitas seperti biasa, tapi ada yang berbeda dari diskusi kali ini dengan rekan seprofesi …!

Bemula dari diskusi mengenai kesibukan beliau mengajar, hingga akhirnya diskusi mengenai sertifikasi, kemudian dia merekomendasikan untuk melamar jadi pengajar di sekolah swasta saja, sarannya..!

Tapi saya pribadi masih belum siap dan merasa memang belum pantas, lanjut pembicaraan mengenai kesejahteraan guru 🙂 (biasa kan guru adalah profesi), tahun ini honor guru mengalami penurunan bahkan bisa dibilang ironis sekali turunnya, dia berkata honor dari 700rb sekarang dia hanya menerima 200rb saja …! (wah nyakitin turunnya). Tapi tidak demikian untuk PNS itu hanya nasib guru honor ..!

Dia mengajar sebagai guru Agama Islam di salah satu SDN di daerah Tangerang, entah bagaimana untuk guru-guru yang ada di daerah kota lainnya apakah senasib sama ?? dia bilang si kebijakan ini nasional..!

Lalu saya coba cari informasi mengapa bis ademikian ternyata ini penyebabnya (menurut http://www.bataviase.co.id)

kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Taufik Yudhi Mulyanto mengatakan, penurunan ini merupakan imbas dari perubahan mekanisme pencairan dana bantuan operasional sekolah (BOS). “Dalam pedoman yang baru hanya boleh digunakan 20 persen untuk guru honorer,” katanya.

Kondisi ini jauh berbeda dengan tahun lalu. Kala itu, dana BOS bisa digunakan lebih bervariatif dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah. Termasuk, da-lam pemanfaatannya untuk menggaji guru-guru honorer.
Taufik menjelaskan, dana BOS ini berasal dari pemerintah pusat. Dulu, dana ini diberikan dengan sistem dekonsentrasi. Artinya, dana BOS harus melalui kas pemprov sebelum diserahkan ke suku dinas hingga akhirnya ke sekolah.

Sedangkan tahun ini, terjadi pemangkasan alur pencairan dana. Saat ini, dana tersebut langsung ditransfer ke Disdik DKI Jakarta. Setelah itu diserahkan ke suku dinas-suku dinas di lima wilayah hingga akhirnya sampai ke sekolah. “Dengan perubahan ini mau tak mau harus ada modifikasi bersama pihak sekolah untuk menyikapi hal ini,” katanya.

Salah satu cara yang ditempuh yakni dengan memodifikasi dana bantuan operasional (BOP). Dalam aturan yang baru, dana BOP diperke-nankan digunakan 10 persen untuk narasumber (guru) dan transportasi. Ia mengatakan peraturan baru ini memang harus dijalankan tetapi butuh proses untuk penyesuaian di tingkat pemerintah daerah.

MUngkin lain cerita juga dengan nasib guru honorer di sekolah swasta, yang pendapatannya berasal dari para siswa, dengan kata lain mereka jauh lebih beruntung dari rekan-rekan mereka yang di sekolah negri…!. Bahkan dia mendapat celotehan dari seniornya yang sudah PNS “wah guru honor bisa makin males-malesan ni ngajarnya, gara2 honornya turun”

ya turun, turun bukan dalam artian cair, tapi turun nilai nominalnya, mungkin yg nyeletuk itu guru bahasa indonesia, karena dia menggkan kata AMBIGU (memiliki makna ganda), itu hanya pengamatan saya saja..!

Lalau bagaimana dengan kualitas pendidikan ???, memang beberapa berargument besar pengaruhnya antara kesejahteraan guru dengan kualitas pendidikan, tetapi ada juga yg tidak demikian. Buat saya pribadi berapapun honor gaji atau apapun itu yang menjadi hak para pendidik, tidak lah selalu menjadi penentu kualitas pendidikan. Buktinya saja untuk para senior-senior gaji sudah berjut-jut tapi mereka enggan untuk meningkatkan kualitas mereka (mungkin hanya sebagian).

Walaupun begitu GUru tetap adalah profesi yang mulia, mari kita jaga kemulian itu dari hal-hal yang bisa merusak arti dan hakikan pendidikan.

Pendidika bukan tempat investor menanamkan modalnya…!Pendidikan bukan tempat usaha untuk memperkaya diri ….! YaAllah Luruskan niat kami YAALLAH…! Dan juga permudahkan urusan Rezeki kami supaya kami tak perlu memikirkannya lagi…!

Iklan

About Jauharry

Mau tau tentang saya ? Kirim Pm aja :)

2 responses »

  1. luluasysyifa berkata:

    hm….apa ya???masih sama seperti disebelum2nyapenggunaan tanda baca dan juga penggunaan kata sambung :)misal : simpan+lah >>>> simpanlah

Cuap-cuap

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s