TUNIS (voa-islam.com):Untuk pertama kalinya sejak 23 tahun warga Tunisia pergi ke shalat Jumat tanpa takut terbebani pekerjaan dan kebebasan mereka, dan khutbah-khutbah Jum’at pertama sejak kaburnya presiden yang digulingkan Zine El Abidine Ben Ali terbebas dari kontrol dan arahan sebelumnya, juga bebas dari menyebutkan namanya dalam khutbah.

Untuk pertama kalinya sejak penggulingan Ben Ali warga Tunisia pergi ke shalat Jumat tanpa takut kepada polisi rahasia, yang menyusup – dalam masa jabatannya – ke dalam masjid-masjid dan menulis laporan keamanan tentang orang-orang yang nampaknya rajin sholat ke masjid dan menjalaninya dengan khusyuk.

Selama lebih dari 23 tahun yaitu di masa kekuasaan Ben Ali, warga Tunisia mengerjakan sholat mereka dalam ketakutan, tidak seorangpun bisa berbicara kepada yang lain, apalagi wanita tidak bisa mengenakan cadar di jalan, demikian juga laki-laki tidak berani memanjangkan janggut mereka karena takut ditangkap.

Sudaraku, bagaimana dengan kita (termasuk pribadi saya). Bukankah bangsa kita telah merdeka sejak 65 tahun yang lalu ?, lantas mengapa kita merasa berat untuk melngkahkan kaki kita ?.

Padahal kita bisa pergi ke Majid tanpa ada rasa takut ditangkap oleh siapapun, dan tetapi mengapa saat sholat subuh di masjid – masjid dan musholah begitu sepi ?? atau BAHKAN tidak ada yg sholat jama’ah lantaran musholahnya masih di kunci. Bukankah islam kuat dapat dilihat dari sholat subuhnya ??

“Dan (dirikanlah pula solat subuh). Sesungguhnya solat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)”. (QS Al Isra: 78 ).

“Sesungguhnya sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak.” (HR Bukhari dan Muslim)

“Malaikat-malaikat siang bergantian mendampingi kalian dengan malaikat-malaikat malam, dan mereka berkumpul pada waktu shalat subuh dan ashar setelah itu malaikat yang semalaman menjaga kalian naik ke langit. Lalu Allah bertanya kepada mereka – dan dia lebih tahu tentang mereka – ,’Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hambaku?’ Mereka menjawab,’Kami menginggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami datang kepada mereka ketika mereka shalat’” (HR.Bukhari)

coba bandingkan dengan sholat jum’at, jumlah jama’ah yang memenuhi masjid-masjid bahkan ada yang sampai ke parkir kendaraan.

Saya pribadi menulis ini untuk mengingatkan diri sendiri khususnya dan mencoba mengajak yang lain untuk terus menjaga sholat shubuh berjama’ahnya (bukan berarti sholat berjama’ah yang lain di abaikan). ingat “SHOLAT ITU LEBIH BAIK DARI PADA TIDUUUUUUUUR”

Iklan

About Jauharry

Mau tau tentang saya ? Kirim Pm aja :)

4 responses »

  1. luluasysyifa berkata:

    Ibnu Mas’ud juga mengatakan : Barang siapa mau bertemu dengan Allah SWT di hari akhir nanti dalam keadaan muslim, maka hendaklah memelihara semua shalat yang diserukan-Nya. Allah SWT telah menetapkan jalan-jalan hidayah kepada para Nabi dan shalat ter-masuk salah satu jalan hidayah. Jika kalian sha-lat dirumah maka kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian, dan kalian akan sesat. Setiap Lelaki yang bersuci dengan baik, kemudian menuju masjid, maka Allah SWT menulis setiap langkahnya satu kebaikan, mengangkatnya satu derajat, dan menghapus satu kejahatannya. Engkau telah melihat dikalangan kami, tidak pernah ada yang meninggalkan shalat (berjamaah), kecuali orang munafik yang sudah nyata nifaknya. Pernah ada seorang lelaki hadir dengan dituntun antara dua orang untuk didirikan shaf.Ibnu Mas’ud, Abdullah bin Abbas dan Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhum berkata : Barangsiapa yang mendengar adzan kemudian dia tidak mendatanginya tanpa udzur, maka tidak ada shalat baginya.

  2. j4uharry berkata:

    luluasysyifa said: Ibnu Mas’ud juga mengatakan : Barang siapa mau bertemu dengan Allah SWT di hari akhir nanti dalam keadaan muslim, maka hendaklah memelihara semua shalat yang diserukan-Nya. Allah SWT telah menetapkan jalan-jalan hidayah kepada para Nabi dan shalat ter-masuk salah satu jalan hidayah. Jika kalian sha-lat dirumah maka kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian, dan kalian akan sesat. Setiap Lelaki yang bersuci dengan baik, kemudian menuju masjid, maka Allah SWT menulis setiap langkahnya satu kebaikan, mengangkatnya satu derajat, dan menghapus satu kejahatannya. Engkau telah melihat dikalangan kami, tidak pernah ada yang meninggalkan shalat (berjamaah), kecuali orang munafik yang sudah nyata nifaknya. Pernah ada seorang lelaki hadir dengan dituntun antara dua orang untuk didirikan shaf.Ibnu Mas’ud, Abdullah bin Abbas dan Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhum berkata : Barangsiapa yang mendengar adzan kemudian dia tidak mendatanginya tanpa udzur, maka tidak ada shalat baginya.

    ooooh … sukron mba l, ilmunya

  3. luluasysyifa berkata:

    j4uharry said: mba l,

    sejak kapan???dilarang niruuuu!!!!gak kreatip -,-

  4. j4uharry berkata:

    luluasysyifa said: sejak kapan???dilarang niruuuu!!!!gak kreatip -,-

    hehehe … niru dari yg di sana

Cuap-cuap

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s