Bissmillahirahmanirrahim

Dikisahkan sebuah keluarga petani yang hidup didesa Antah brantah.

Satu hari anak dari petani itu berbuat kesalahan dan terus mengulang kesalahannya, hingga akhirnya sang Ayah ingin memberikan pelajaran kepada anaknya tercinta itu. Dipanggilah sang anak dan dia berkata kepada anaknya
“wahai anak ku, apakah engkau tau setiap kesalahan yang engkau perbuat pasti akan menimbulkan bekas(luka) ?”
jawab sang anak “tidak ayah !”

“marilah ikut ayah ke belakang halaman, juga bawalah paku dan palu” perintah sang ayah.
Dibelakang rumah mereka terdapat sebuah pohon yang cukup besar, sang ayah berkata kepada anakya “anakku ayah akan memberikan pelajaran kepada kamu, caranya mudah saja kamu hanya perlu menancapkan sebuah paku dengan palu itu kepohon ini jika engkau melakukan sebuah kesalaha, dan tancapkan lagi jika kau berbuat salah lagi, terus menerus, mengerti ?”
Jawab sang anak “ya, aku mengerti ayah!”
Hingga keesokkan harinya ia menancapkan paku kepohon itu setiap hari, setiap ia melakukan kesalahan . seiring berjalannya waktu pohon tersebut ternyata telah penuh dengan paku-paku dan ia baru menyadarinya ternyata selama ini ia telah melakukan banyak kesalahan, hingga akhirnya ayahnya memperhatikan dan menghampirinya “bagaimana anakku?, ternyata kau telah banyak sekali menancapkan paku ke pohon itu.” Sang anak termenung prihal paku-paku itu, hingga akhirnya ia bertanya “ayah, bagaimana cara saya menghilangkan paku-paku itu?” ayahnya pun tersenyum mendengar pertanyaan itu. Jawab sang ayah mudah saja kau hanya perlu melakukan hal yang sebaliknya, jika kau berbuat baik maka kau boleh mencabut satu paku dari pohon itu.

Ia pun melaksanakannya setiap ia berbuat satu kebaikan, ia mencabut satu paku da seterunsnya dan akhirya paku-paku tersebut telah dicabut olehnya. Ia berlalri memanggil ayahnya dan mengajaknya untuk melihat ke belakang halaman rumah mereka, sang ayah senang melihat hal itu dan anaknya pun bertanya kembali “ayah, walaupu paku-paku itu telah aku cabut dari pohon itu, tapi akibat paku tadi pohon itu jadi penuh dengan lubang”
Ayah nya pun merasa senang karena anaknya telah mengerti, bahwa setiap kesalahan yang ia perbuat pasti akan menyisahkan bekas (luka), walau pun ia telah mendapatkan maaf dari kesalahan-kesalahannya itu.

Semoga bisa mendapatkan ‘ibroh dari kisah singkat ini.

Wallahualam bi shawab

Iklan

About Jauharry

Mau tau tentang saya ? Kirim Pm aja :)

4 responses »

  1. iya ya?benar jg dr pelajaran inibrrt kesalahan itu akan trus mbekas?gmn agar kita menghilangkan bekas tersebut?ALLAH khan Maha Pemurah Jg Maha Pemaaf…

  2. niesaorchid berkata:

    Pelajaran yang sangat berharga buat kita semua , , ,Setiap kesalahan sebesar dan sekecil apapun pasti tetap membekas , ,

  3. j4uharry berkata:

    niesaorchid said: kesalahan sebesar dan sekecil apapun pasti tetap membekas

    Sepakat, terutama luka yg dihati… karena tidak ada yg tau isi hati seseorang kecuali dirinya dan Allah SWT.

  4. j4uharry berkata:

    jasminumsambacair said: kesalahan itu akan trus mbekas

    ana pribadi, meyakini misalkan kita telah memaafkan segala bentuk kesalahan saudara kita, tapi dasarnya kita masih mengingat luka itu…karena yang mengetahui isi hati seseorang hanya Ia sendiri dan ALLAH SWT.yg paling mujarap menurut ana adalah “MELAPANGKAN HATI”

Cuap-cuap

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s